KESEHATAN DALAM PERSEPEKTIF ISLAM

6 10 2008

A. Muqaddimah
Ajaran langit (Islam) telah dibumikan melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw., untuk disebar-luaskan kepada segenap umat manusia agar meraka bisa hidup tentram, damai dan hasanah di dunia juga hasanah di akhirat. Untuk mencapai kedua hasanah tersebut manusia yang dimuliakan oleh Allah swt karena diberi akal supaya berfikir dan agar mencari ilmu untuk mencapai kemashlahatanya.
Dengan ilmu yang diaplikasikan, manusia akan menjadi makhluk yang “sempurna”. Beberapa disiplin ilmu-ilmu yang manusia kenal adalah ciptaannya. Imam Syafi’ie pernah mengatakan sehubungan dengan masalah ilmu, “Ilmu itu hanya ada dua; ilmu agama dan ilmu dunia. Ilmu agama adalah ilmu fiqih, sementara ilmu dunia adalah ilmu kedokteran (kesehatan).
Dengan mendalami ilmu fiqih dan ilmu kesehatan maka manusia akan mencapai derajat yang tinggi baik dilihat dari aspek langit maupun bumi, sehingga kesehatan memegang peranan yang sangat urgen apabila dilihat dari fungsi dan manfaatnya.
B. Menjaga Kesehatan
Sebagaimana kita sering dengar motto yang sering silontarkan oleh para medis bahwa “mencegah lebih baik dari pada mengobati”. Artinya bahwa pencegahan prefentif dalam kesehatan menjadi keniscayaan bagi manusia khususnya umat Islam apabila umat Islam benar-benar menyadari ajaran agamanya. Bukanlah ajaran Islam sangat kooperatif dengan pencegahan penyakit sebelum virus itu menyebar luas untuk membunuh manusia?
Nabi telah bersabda: (النظافة من الإيمان) ” kebersihan itu adalah sebagian dari iman” (Al-Hadits). Dari hadits yang singkat padat ini bagaimana Islam mengajak umat manusia secara prefentif untuk mencegah timbulnya penyakit dengan membiasakan hidup bersih. Budaya bersih mestinya menjadi jargon utama Islam karena disamping telah dianjurkan oleh norma-norma agama juga berimplikasi kepada kemashlahatan umat.
Dalam maqalah lain disebutkan (إن الله جميل يحب الجمال) “Allah adalah indah (bersih) Dia mencintai keindahan (kebersihan). Dari dua konteks di atas nampaknya ajaran Islam sangat memperhatikan bagaimana manusia sehat dan menjaga untuk menghindari dari penyakit, sehingga tidak tanggung-tanggung bahwa nilai kebersihan sebagai awal dari hidup sehat dikaitkan dengan masalah keimanan yang menjadi ajaran paling pokok dalam Islam, karena iman merupakan ajaran yang pertama dan utama bagi manusia sebelum melaksanakan ajaran lainnya.
Islam menjelaskan kesehatan dari dua aspek; yaitu jasmani dan rohani. Orang alim ahli hikmah pernah mengatakan bahwa kesehatan jasmani akan berimplikasi kepada kesehatan rohani, (العفل السالم فى الجسم السالم) “akal yang sehat terdapat pada jiwa yang sehat”, atau disebut dengan “Men sana in Carpore sano”. Kesehatan jasmani akan memberi pengaruh terhadap kesehatan jiwa. Bagaimana Nabi telah melarang seorang hakim memutuskan perkara pengadilan apabila si hakim dalam kondisi yang kurang sehat. Hal ini bisa dirasakan pada diri kita sendiri ketika kita sakit gigi, maka tentunya jiwa kita akan kalut dan akal kita cenderung untuk tidak stabil dan labil.
C. Penyebab Penyakit
Romantika kehidupan merupakan sunnatullah, yaitu di setting oleh Allah, termasuk diantaranya masalah penyakit dan kesehatan. Ibnu Qayyim al-Jauziyah menceritakan bahwa Nabi Ibrahim a.s. bertanya kepada Allah swt./ “Ya Allah dari manakah penyakit? Allah menjawab, Dari Ku. Dari siapakah datangnya obat? Juga dari Ku. Lalu apakah status dokter (Bidan, perawat juga praktisi kesehatan)? Allah swt menjelaskan, dia orang yang menjadi perantara obat dari-Ku.”
Penyakit, obat dan perantara pengobatannya merupakan hak preogratif Allah swt.. Namun walau demikian manusia yang diberi akal untuk berikhtiar memilih jalan yang terbaik untuk hidupnya, dan apabila manusia memilih jalan terbaik sesuai anjuran agama maka ia akan mendapat reward berupa pahala dari Allah swt. Apabila manusia memilih yang jelek maka dia akan menerima punishment-dari-Nya.
Selanjutnya Allah berfirman : (وما أصابكم من مصيبة فبماكسبت أيديكم..)
Artinya: Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri…

Berpijak dari uraian di atas bahwa Allah memberi kebebasan seluas-luasnya kepada manusia untuk memilih pilihan hidup masing-masing individu, sehingga konsekwensinya ia akan menerima balasan sesuai dengan hasil usahanya, termasuk bagi orang yang tidak menjaga kebersihan akan menghasilkan virus-virus penyakit yang akan berakibat fatal bagi komunitas sekitarnya.
D. Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Para bidan dan keperawatan sebagai petugas jasa dalam kesehatan umat memegang peranan yang sangat vital dalam menata keberlangsungan hidup manusia. Dengan pertolongan merekalah manusia bisa eksis hidup di dunia fana ini. Dalam konteks Islam, bahwa Allah telah mengapresiasi para bidan, keperawatan dan para medis lainnya sebagai pahlawan yang paling utama. Allah swt berfirman;
من قتل نفسا بغير نفس أو فساد في الأرض فكأنما قتل الناس جميعا. ومن أحيا فكأنما أحيا الناس جميعا.
Artinya : Barang siapa membunuh jiwa (manusia) tanpa alasan yang haq atau berbuat kerusakan di bumi di bumi, maka (dosa yang akan ditimpakan kepadanya) seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya (sedunia). Dan barang siapa yang “menghidupkan” (membantu keselamatan hidupnya (jiwanya), maka seakan-akan dia telah “menghidupkan” (membantu menyelamatkan manusia seluruhnya (sedunia).

Dari konteks ayat di atas, betapa Allah telah memberi kemuliaan yang tidak terhingga nilainya kepada para bidan, perawat dan praktisi kesehatan lainnya. Seorang bidan atau perawat yang telah membantu mengobati pasiennya ia diberi pahala seakan-akan dia menyembuhkan manusia seluruhnya, begitu juga sebaliknya.
Tentunya menjadi sangat pantas apabila bidan, perawat dan praktisi kesehatan lainnya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Hal ini bukan tanpa alasan, namun karena mereka selama 24 jam telah mengabdikan hidupnya semata-mata memberi kemanfaatan kepada masyarakat berupa kesehatan yang menjadi dambaan setiap insan. Dia harus siap melayani masyarakat dimana dan kapan saja tidak mengenal tempat dan waktu.
E. Ikhtitam
Pada hakikatnya masalah kesehatan telah banyak dipaparkan dari dua sumber utama Islam, yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits. Sebagai seorang muslim yang beriman tentunya tidak mungkin untuk tidak mengamalkan segala anjurannya apalagi sampai bertentangan dengannya.
Kesenangan Allah terhadap kebersihan dan penyamaan kebersihan dengan iman merupakan hal yang sangat penting artinya, sehingga manusia yang masih bersih akal sehatnya akan melakukan segala apa yang disenangi oleh Tuhannya, sebagaimana karyawan dengan suka rela melakukan segala apa saja yang diperintahkan dan kebahagiakan Bosnya.
Tentunya kebersihan yang disenangi Allah dan dianjurkan oleh Nabi Muhammad panutan umat manusia, merupakan keniscayaan untuk diaplikasikan oleh umat manusia sebagai makhluk-Nya. Dengan menjaga kebersihan berarti ia telah membentuk lingkungan yang sehat, apabila tercipta lingkungan yang sehat maka ia akan terbebas dari virus-virus penyakit yang akan menerkam kehidupan manusia.
Dengan demikian marilah kita ibda’ bi nafsik dengan mulai anjuran agama berupa pencegahan penyakit dengan menjaga kebersihan pada individu masing-masing sehingga pada akhirnya akan membentuk komunitas yang sehat, baik sehat jasmaninya maupun sehat rohaninya. Semoga kita umat Islam khususnya mahasiswa-mahasiswi Keperawatan dan Kebidanan bisa mengaplikasikan ilmunya kepada dunia nyata, dan mewujudkan hidup ini dengan motto “Beramal Ilmiah dan Berilmu Amaliah”, juga “Bersih itu Sehat dan Cerdas”.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: