HUBUNGAN LPI DENGAN MAYARAKAT

6 10 2008

Abstrak : Lembaga Pendidikan Islam (LPI) dengan masyarakat merupakan dua komponen yang integral saat awal pembentukannya. Tentunya integralitas keduanya tidak boleh pupus walau adanya perpuran waktu. Masyarakat sebagai mitra LPI memiliki tanggungjawab yang sama dalam menjalankan dan mengembangkan pendidikan. Oleh sebab itu adanya pendidikan karena adanya masyarakat dan masyarakat membutuhkan pendidikan, sehingga sinergitas keduanya menjadi keniscayaan. Hubungan pendidikan dengan masyarakat perlu ditingkatkan pada ranah yang lebih baik dan dinamis, sehingga tujuan mulia pendidikan akan terealisir sesuai dengan harapan.

A. Latar Belakang
Berdirinya Lembapa Pendidikan Islam (LPI) pada awalnya merupakan prakarsa dan swadaya murni masyarakat sekitarnya. LPI (madrasah) merupakan lembaga yang membumi di tengah-tengah kehidupan masyarakat, hal ini tidak terlepas dari awal berdirinya madrasah yang dimotori oleh masyarakat, dan disisi lain madrasah merupakan lembaga yang sesuai dengan kehidupan masyarakat yang relegius. Antosiasme masyarakat dalam mendirikan madrasah sebagai bukti kepedulian masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam.
Dalam perkembangannya bahwa setelah LPI berdiri tidak jarang ditemukan problem klasik yang sering muncul, sehingga LPI menjadi pilihan lembaga nomor 2 (dua). Ketika akan mendirikan madrasah masyarakat sangat antosias untuk mewujudkan impian yang mulia itu, namun setelah LPI berdiri masyarakat seakan lepas tangan akan keberlangsungannya. tidak jarang ditemukan adanya hubungan yang semu antara lembaga dan masyarakat, sehinga tidak sinergis antara keduanya. Tentunya yang jelas sikap proaktif dari keduanya mutlak perlu untuk ditumbuh-kembangkan.
Keberadaan lembaga-lembaga seperti Furom Masyarakat Peduli Madrasah (FMPM) atau sejenisnya, yang relatif masih sedikit perlu lebih ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya. Dalam hal ini pihak madrasah harus secara intensif bermitra dengan masyarakat dan organisasi-organisasi yang peduli terhadap pendidikan..
Harus disadari betul oleh pengelola madrasah, bahwa keterbukaan dan hubungan yang bersifat timbal balik antara masyarakat dengan madrasah ini secara betahap dan kontineu akan meningkatkan ketahanan hidup (survival) madrasah. Sedangkan masyarakat akan merasa puas dan tumbuh rasa memiliki yang semakin besar apabila selalu dilibatkannya dalam pengembangan lembaga..
B. Lembaga Pendidikan Islam (LPI)
Membicarakan wacana kelembagaan pendidikan Islam di Nusantara merupakan hal yang menarik, hal ini setidaknya karena empat faktor, 1) lembaga pendidikan merupakan sarana yang strategis bagi proses terjadinya transformasi nilai dan budaya pada suatu komunitas sosial, 2) pelacakan eksistensi lembaga pendidikan Islam di Minangkabau, 3) kemunculan lembaga pendidikan Islam dalam sebuah komunitas yang dinamis, 4) kehadiran LPI telah memberikan spektrum tersendiri dalam membuka wawasan dan dinamika intelektual umat Islam.
LPI di Indonesia tidak terlepas dengan masuknya Islam ke Indonesia. Masuknya Islam ke Indonesia ada dua versi, ada yang berpendapat pada abad 13 dan ada juga yang berpendapat sejak abad ke 7 (tujuh). Hal ini sebagaimana pendapat . H.Agus Salim, Zainal Arifin Abbas, Hamka, S. Alwi bin Tahir al-Haddad (mufti Johor), HM. Zainuddin&Juned Pariduri. .
Pengertian dari arti istilah madrasah sebagaimana terdapat di dalam peraturan pemerintah dan keputusan menteri agama serta menteri dalam negeri yang mengatur tentang madrasah, yaitu bahwa madrasah merupakan lembaga pendidikan Islam yang di dalam kurikulumnya memuat materi pelajaran agama dan pelajaran umum, dimana mata pelajaran agama lebih banyak ketimbang umum.
Dalam RUU Sisdiknas 2003 bahwa semua jenjang pendidikan baik dasar, menengah adalah sama, baik dari segi kurikulum maupun lainnya sehingga definisi lembaga pendidikan Islam semakin berkembang, tidak spesifik kepada madrasah saja.
Menurut Djumran Syah bahwa lembaga pendidikan Islam adalah lembaga yang mempunyai karakteristik islami berupa; pengelola, tujuan, kurikulum, sarana ibadah, tenaga edukasi dan suasana pergaulan, baik madrasah maupun sekolah umum. , sehingga tidak cuma lembaga yang berlebel madrasah saja yang mendapat predikat LPI, tetapi semua lembaga secara umum yang memenuhi kreteria LPI.
C. Hubungan Masyarakat (HUMAS)
Istilah humas (public Relation) mulai digunakan oleh Thomas Jefferson yang disampaikan dalam kongres ke-X tahun 1807. Pada tahun 1882 Public Relation juga diucapkan pada hari sarjana di Yale Law School. Sedangkan Edward L Bernays seorang ahli dalam bidang public relation mendapat julukan “the father of public relation” karena ia telah berjasa mempopulerkan istilah itu dengan bukunya crystallizing public opinion yang diterbitkan pada tahun 1923. Sebagian orang mengatakan bahwa Ivy Lee sebagai Bapak public relation, karena tahun 1921 ia secara regular menerbitkan bulletin “Public Relation” di New York.
Definisi Public relation menurut Howard Bonham, Vice Chairman, American National Red Cross menyatakan: “ Public Relation is the art of bringing about better public understanding which breeds greater public confidence for any individual or organization” ), (Public Relation adalah suatu seni untuk menciptakan pengertian public yang lebih baik, yang dapat memperdalam kepercayaan public terhadap seseorang atau suatu organisasi/ badan).
Menurut Leslei, public relation dalam sekolah adalah,”School Community relation is a process of communication between the school and the community for the purpose of incresing citizen understanding of educational needs and practices and encouraging intelligent citizen in interest and cooperation in the work of improving the school. atau Educational publics relation is management’s systematic, continous two-way, honest communication between educational organization and its publics”.
(Hubungan sekolah dengan masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dan masyarakat, dengan tujuan meningkatkan pengertian aggota masyarakat tentang kebutuhan dan praktek pendidikan serta mendorong minat dan kerja sama para anggota masyarakat dalam rangka untuk memperbaiki masyrakat. Atau sistem manajemen yang berlangsung antara dua jalur, dengan komunikasi jujur antara organisasi pendidikan dan masyarakat)..
Pada dasarnya public relation berfungsi untuk menghubungkan masyarakat yang berkepentingan didalam suatu instansi atau lembaga. Hubungan antara public dengan suatu badan atau lembaga ada yang langsung (direct) dan ada yang tidak langsung (indirect).
Dalam public relation, komunikasi merupakan keniscayaan dalam menghidupkan suatu badan atau lembaga. Komunikasi yang efektif menurut Cutlip dan Center adalah harus dilaksanakan dengan melalui empat tahap, yaitu; 1) fact-finding, yaitu mengumpulkan data-data/ fakta-fakta sebelum melakukan tindakan, 2) Planning, yaitu; dari fakta-fakta tersebut membuat rencana apa yang akan dilakukan, 3) communicating, yaitu; rencana itu disusun dengan baik sebagai hasil pemikiran untuk disampaikan, 4) evaluation, yaitu; mengevaluasi aplikasi dari rencana untuk dinilai tercapai tidaknya.
Untuk mencapai tujuan, hendaknya menciptakan kerja sama berdasarkan hubungan yang harmonis dengan dua pihak, 1) internal public relation, yaitu, mencapai karyawan yang mempunyai kegairahan kerja, yaitu dengan memperhatikan kepentingan-kepentingan para pegawai baik ditinjau dari segi ekonomi, sosial, maupun psykologis 2) external public relation, yaitu mengeratkan hubungan dengan masyarakat hingga terbentuklah opini yang baik terhadap badan atau lembaga tersebut.
D. Hubungan LPI dengan Masyarakat
1. Program-program LPI dengan Humas
LPI sebagaimana juga lembaga umum merupakan suatu keniscayaan untuk selalu mengadakan hubungan dengan masyarakat sekitarnya. Menurut Elsbree ada tiga faktor yang menyebabkan perlunya hubungan antar sekolah dan masyarakat, yaitu; 1) perubahan sifat, tujuan dan metode mengajar di sekolah, 2) masyarakat yang menuntut adanya perubahan-perubahan dalam pendidikan di sekolah, dan perlunya bantuan masyarakat terhadap sekolah 3) perkembangan idea demokrasi di dalam masyarakat terhadap pendidikan.
LPI hendaknya membuat program yang pada ujung-ujungnya bisa memberi hikmah yang konkrit kepada maysarakat. Apabila sudah melaksanakan program, maka secara kontineu bagian interpretation ini mengkomunikasikan dan mempublikasikan proses pelaksanaan program tersebut kepada orang tua dan masyarakat, serta mengajak orang tua dan masyarakat untuk berpartisipasi dan membantu pelaksanaan program tersebut dalam rangka memajukan sekolah.
Implimentasi dan pelaksanaan program tersebut adalah sebagai berikut; 1) Program relevan dengan kebutuhan masyarakat, 2) “output sekolah” akan ikut “kiprah” dalam usaha meningkatkan kehidupan dan penghidupan masyarakat (pembangunan daerahnya), 3) masyarakat akan merasa memiliki program pendidikan dan pengajaran tersebut, 4) sekolah merupakan pusat kebudayaan dan ketahanan pendidikan terpadu dengan masyarakat beserta orang tua.
Jadi dengan adanya program hubungan antara sekolah dengan masyarakat akan memiliki pengaruh pada fungsi lulusan sekolah didalam masyarakat.
2 Pengelolaan hubungan LPI dengan masyarakat
Untuk memajukan LPI tentunya perlu adanya usaha-usaha pengelolaan manajemen (diantaranya humas) dan langkah-langkah strategis sebagaimana dilakukan oleh lembaga umum yang maju. Dalam pengelolaan program hubungan sekolah dan masyarakat menurut Leslie ada lima hal yang perlu diperhatikan, yaitu; 1) Prosedur pengembangan program, dimana program hendaknya disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah, 2) Bentuk Organisasi, misalnya Dewan Pendidikan berdasarkan undang-undang pendidikan No. 2 tahun 1989, 3) tanggung jawab anggota staf, 4)penataran bagi anggota staf, 5)Anggaran biaya, 6) penilaian terhadap program.
Pengelolaan tentang hubungan antara sekolah dengan orang tua dan masyarakat perlu ditingkatkan, karena timbulnya kenakalan-kenakalan remaja sekolah akibat antara lain karena tidak samanya penyikapan antara sekolah dan orang tua terhadap pendidikan anak dan pengaruh globalisasi yang tidak bisa disikapi dengan baik.
Setelah mengoperasionalkan pengelolaan program yang berhubungan antara lembaga dengan masyarakat, tentunya evaluasi merupakan hal yang harus dilakukan untuk mengukur, menilai dan muhasabah dari program yang dilakukan dalam upaya meningkat program-program berikutnya.
Secara garis besar jenis-jenis program yang akan di evaluasi meliputi; 1)evaluasi perencanaan program pendidikan, 2). Evaluasi monitoring, 3). evaluasi terhadap impact product atau akibat dari program, 4). evaluasi efisiensi dan keefektifan program, 5). evaluasi program pendidikan secara komprehensif mencakup monitoring serta pengkajian terhadap impact maupun terhadap efisiensi program , yang dilakukan secara developmental .
Dari jenis-jenis evaluasi tersebut di atas, maka hendaknya antara lembaga pendidikan dan masyarakat untuk mengoptimalkan evaluasi baik itu berupa inisiatif dari masyarkat, lebih-lebih dari lembaga pendidikan, sehingga ada balance antara lembaga pendidikan dengan masyarakat dalam meningkatkan dunia pendidikan.
Adapun langkah-langkah untuk semakin meningkatkan hubungan yang erat antara LPI dengan masyarakat diantaranya dengan mengadakan organisasi masyarakat (Dewan Komite Sekolah, dll.) dengan program-program berupa rapat bersama/ evaluasi secara rutin, mengadakan perkumpulan keagamaan seperti yasinan, memperingati HBI dan kegiatan lain yang bisa mendukung terjalinnya hubungan baik antara lembaga denga masyarakat.
E. Penutup
Akhir-akhir ini LPI telah mendapat respon yang positif dari masyarakat, setelah bertahun-tahun berada dalam keterpurukan dalam dunia pendidikan. Hal hal ini bisa dilihat adanya indikasi mayarakat lebih cenderung untuk menyekolahkan putra-putrinya kepada LPI ketimbang lembaga umum.
Kemajuan LPI “madrasah” tidak terlepas dari inovasi-inovasi pendidikan oleh DEPAG dan lembaga swadaya dengan mengembangkan manajemen yang bisa memobilisir lembaga pendidikan. Lemahnya manajemen di madrasah mulai mendapat perhatian serius oleh masing-masing madrasah untuk semakin ditingkatkan diantaranya dengan menggunakan Manajemen Berbasis Madrasah (MBM) sehingga terbangun peran aktif masyarakat, meningkatnya profesionalisme, kreatif, inisiatif dan lain sebagainya.
Dengan demikian hubungan LPI secara khusus atau lembaga pendidikan secara umum sangat penting artinya sehingga timbul kerja sama yang baik antara lembaga dengan masyarakat untuk mengembangkan lembaga pendidikan menjadi lembaga lembaga yang maju. Sinergitas antara LPI dengan masyarakat menjadi keniscayaan untuk tumbuhkan kembali sebagaimana ketika LPI baru didirikan oleh masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
Abuddin Nata (Ed.), 2001, Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga-lembaga Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta, Grasindo
Djumransyah, disampaiakan pada mata kuliah HUMAS tanggal 30-05-05 Pascasarjana Konsentrasi MPI UIN Malang.
Elsbree, W.W., & Mc. Nally, H. 1959, ElementarySchool Administration and Suppervisor, New York, American Book Company
Glenn Griswold, Deni Griswold, 1948, Your Public Relations, New York, Furk & Wagnalls Company:
Ismail SM dkk (ed.), 2002, Dinamika Pesantren dan Madrasah, Yogyakarta, Pustaka Pelajar
James B, Orrick, 1967, An Introduction to Public Relation, An Expanded Syllabus, School of Journalism and Communication, University of Ankara
Leslie, W.Kidered. 1967, School Public Relations, Englewood Cliffs, NJ.: Prentice Hall, Inc
……………………, 1975, School Public Relations. En-gliwood Cliffs, NJ,Prentice Hall,
Made Pidarta, 1988, Manajemn Pendidikan Indonesia, Jakarta, Bina Aksara
Muhaimin, 2003, Wacana Pengembangan Pendidikan Islam, Surabaya, PSAPM
Maksum, 1999, Madrasah, Sejarah, dan Perkembangannya, Jakarta, Logos
Oemi Abdurrachman, 1979, Dasar-dasar Public Relations, Bandung, Alumni
Samsul Nizar, Ed. Abuddin Nata, 2001, Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga-lembaga Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta, Grasindo
Scott M. Cutlip/ Allen H. Center, 1958, Effective Public Relations, Prentice Hall Inc, Englewood Cliffs, NY, ed


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: